Dosen Teknik Komputer UNM diundang Menjadi Pembicara Revolusi Industri 4.0 di PKKMB AKOM Bantaeng

Saat ini, isu revolusi industry 4.0 semakin marak dibahas. Revolusi industri 4.0 pertamakali diperkenalkan oleh Klaus Schwab, Founder sekaligus Executive Chairman dari Forum ekonomi Dunia. Istilah tersebut kemudian meluas dan banyak dibahas di berbagai kalangan utamanya pada perguruan tinggi. Melihat pentingnya pemahaman mengenai revolusi industry 4.0, panitia Pembinaan Kesadaran Bela Negara dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng kemudian mengundang Bapak Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom. untuk menjadi pembicara pada hari Selasa(17/9/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan aula AKOM Bantaeng tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapatkan perhatian penuh dari para mahasiswa baru. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom. mengungkapkan beberapa hal berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0. Mulai dari sejarah revolusi industry 1.0 hingga 4.0, apa saja yang menyenjadi pemicu terjadinya revolusi industry, apa dampaknya terhadap setiap aspek kehidupan, peluang dan kesempatan yang muncul, softskill yang perlu dikuasai hingga dampak negatif dan positif dari terjadinya revolusi industry 4.0.

Berdasarkan penjelasan yang dipaparkan oleh Bapak Andi Baso Kaswar, S.Pd., M.Kom. selama kurang lebih 1 jam tersebut, pengetahuan mahasiswa baru AKOM semakin luas. Mereka telah dapat memahami lebih dalam mengenai apa itu revolusi industry khususnya revolusi industry 4.0 serta softskill apa saja yang perlu mereka miliki agar dapat bertahan di era dehumanisasi ini. Selain itu, mereka juga sudah dapat memahami peran penting big data, artificial intelligence, IoT dalam terjadinya revolusi industry 4.0.